Laporan Respirasi Ikan :D

Laporan Praktikum ke-4                  Hari/Tanggal  : Rabu/27 Maret 2013

m.k. Fisiologi Hewan Air

 

 

 

 

RESPIRASI

 

 

 

 

Disusun oleh :

Happy Widyarini

C24110043

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

 

I.  PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Wilayah Indonesia sekitar 70%-nya  merupakan wilayah perairan yang sebagian besar organismenya adalah ikan. Komoditas perikanan tersebut sangat mungkin untuk dikembangkan baik saat ini maupun di masa mendatang. Menghadapi ancaman kekurangan bahan pokok pertanian sebagai sumber makanan di masa datang menjadikan komoditas perikanan sebagai salah satu alternatif permasalahan tersebut. Untuk memanfaatkan komoditas perairan tersebut, diperlukan pengetahuan yang matang agar tidak terjadi eksploitasi perikanan yang menyebabkan kerusakan habitat dan juga stok ikan di masa mendatang. Selain dengan melakukan penangkapan, kita juga bisa membudidayakan ikan-ikan agar stok di alam tetap tersedia. Oleh sebab itu,  kita perlu mempelajari proses-proses apa saja yang terjadi di dalam tubuh ikan agar kita dapat menghasilkan produksi yang maksimal tanpa mengganggu ketersediaan bermacam jenis hewan air di alam.

 

1.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum ini antara lain untuk mengetahui prinsip-prinsip pengukuran konsumsi oksigen diukur dengan menggunakan repirometer tertutup. Kemudian untuk mengetahui kebutuhan (konsumsi) oksigen pada hewan uji sebagai refleksi tingkat metabolismenya dan untuk mengetahui ketahanan ikan di luar media air.

 

 

II.      METODOLOGI

2.1            Alat dan Bahan

   Praktikum dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2013, bertempat di Laboratorium Fisiologi Hewan Air, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

 

2.1            Alat dan Bahan

Alat yang digunakan dalam praktikum adalah respirometer tertutup, aerator, akuarium, botol BOD, DO meter, stopwatch, lap/tissue, lakban, botol cup dan alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan adalah organisme akuatik, sterofoam.

 

2.2            Prosedur Kerja

Ikan yang akan diuji dipuasakan terlebih dahulu selama 24 jam dan hewan uji diberi makan sebelum pengukuran. Kemudian hewan uji ditimbang beratnya menggunakan neraca o’hauss dan dimasukkan ke dalam respirometer. Air dalam respirometer kemudian diukur volumenya. Semua lubang dan celah ditutup rapat menggunakan  lakban agar oksigen tidak masuk ke dalam air. Volume air yang keluar dicatat sehingga volume total air dalam respirometer dapat diketahui dengan pasti. Sebelum diuji, akuarium dibiarkan selama 5 menit agar kondisi stabil dan ikan tidak stress. Air dari akuarium diambil menggunakan selang dan ditampung di dalam gelas cup. Kadar oksigen dari air yang telah diambil tersebut diukur menggunakan DO meter. Pengamatan kadar oksigen dilakukan berikutnya setelah 15, 30, 45 dan 60 menit.

 

 III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1            Hasil

Berikut ini adalah tabel hasil pengamatan Tingkat Konsumsi oksigen ikan Lele (Clarie batrachus), ikan Nila (Oreochromis niloticus), ikan Tambakan (Helostoma teminckii), ikan Mas (Cyprinus carpio) dan ikan Koki.

Tabel 1 Tingkat konsumsi oksigen hewan uji

Waktu

(Menit)

Konsumsi O2 (mg O2/ gram/ jam)

Lele

Nila

Tambakan

Mas

Koki

0

0

0

0

0

0

15

1,4545

2.5316

1,7778

1,3333

9,6386

30

0,6945

0.5063

0,8489

3,1833

2,3012

45

-0,3309

1.0127

2,4267

1,8200

-19,7349

60

-3,1455

0.5063

0,7689

-0,5767

12,5060

Berdasarkan tabel 1, dapat dilihat bahwa tingkat konsumsi oksigen hewan uji cenderung berfluktuatif. Ikan yang mengalami tingkat konsumsi oksigen paling berfluktuatif adalah ikan koki dengan perubahan drastis yang terjadi pada pengamatan menit ke-45 dengan konsumsi oksigen sebesar -19,7349 mg O2/gram/jam.

 

Berikut ini adalah grafik tingkat konsumsi oksigen hewan uji terhadap waktu.

Gambar 1 Grafik tingkat konsumsi oksigenhewan uji.

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa tingkat konsumsi oksigen maksimum terdapat pada pengamatan ikan koki menit ke 40 yakni sebesar 12,5060 mg/O2/jam dan tingkat konsumsi oksigen juga terjadi pada pengamatan ikan koki pada menit ke 45 yakni sebesar -19,7349 mg/O2/jam

 

3.1            Pembahasan

Menurut Affandi dan Tang (2002), respirasi adalah proses pertukaran oksigen dan karbondioksida antara suatu organisme dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Sppotte (1979) dalam Miftahudin (2002), sistem respirasi merupakan istilah pengambilan oksigen dari lingkungan oleh insang, kemudian diangkut melalui sistem vaskuler ke sel-sel dalam jaringan, dan pada saat yang sama sistem ini membawa karbondioksida yang merupakan produk akhir metabolisme dan dilepaskan ke lingkungan. Organ pernapasan pada ikan terbagi menjadi dua, yakni organ pernapasan aquatik dan organ pernapasan udara. Organ pernapasan aquatik terdiri dari insang sedangkan organ pernapasan udara contohnya arboresen, divertikula, labirin, paru-paru pada ikan paru-paru, dan juga bukopharinx.

Mekanisme pernapasan terbagi menjadi dua, yaitu proses inspirasi dan proses ekspirasi. Proses inspirasi ditandai dengan mulut yang terbuka, kemudian rongga mulut mengembang, rongga insang berkontraksi dan celah insang menutup. Kemudian mulut ikan menutup, rongga mulut menyempit dan berkontraksi, kemudian rongga insang mengembang dan celah insang tertutup. Air bergerak dari rongga mulut ke rongga insang dan pada saat tersebut oksigen terlarut dalam air berdifusi melalui membran sel pada lamela sekunder dan diikat oleh hemoglobin butir darah merah pada kapiler darah. Sedangkan proses ekspirasi terjadi ditandai dengan mulut tertutup, rongga mulut berkontraksi dan celah insang terbuka. Pada saat ekspresi ini air bergerak keluar dari rongga insang melalui celah insang.

Indikator dari proses respirasi adalah jumlah oksigen yang dikonsumsi oleh suatu jenis ikan (Affandi, 2002). Tingkat konsumsi oksigen ini menentukan tingkat metabolisme yang terjadi dalam tubuh ikan tersebut. Jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh ikan tidaklah tetap. Adanya fluktuasi dan variasi tingkat konsumsi oksigen dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor eksternal (salinitas, suhu, tekanan oksigen, dan lain-lain) dan faktor internal (jenis ikan, ukuran, aktivitas, kelaparan, dan lain-lain). Di antara faktor internal dan eksternal tersebut, faktor yang paling berpengaruh adalah faktor jenis dan ukuran ikan (Rahardjo dkk, 2011).

Ikan lele memiliki organ insang kecil, sehingga lele harus memiliki organ pernapasan tambahan untuk memenuhi kebutuhan oksigennya. Organ pernapasan tambahan pada ikan lele berupa tambahan pada lembar insang kedua dan keempat berupa modifikasi insang berbentuk bunga yang dinamakan arboresen, karena itu ikan lele masih dapat bertahan diperairan dengan oksigen rendah. Dilihat dari habitat ikan lele yang keruh dan tidak jernih, ikan lele memiliki tingkat konsumsi oksigen yang besar. Namun kebutuhan konsumsi oksigen yang besar itu dapat diatasi dengan adanya alat pernapasan tambahan pada ikan lele.

Ikan  nila tidak memiliki organ pernapasan tambahan, namun diduga tingkat konsumsi ikan nila cukup besar karena terkadang ikan nila hidup pada habitat perairan yang keruh.

Alat pernapasan tambahan pada ikan tambakan adalah labirin. Organ ini terletak di bagian belakang rongga insang. Labirin berupa lipatan-lipatan lembaran tulang tipis yang tersusun seperti bunga mawar berasal dari tulang-tulang tapis insang yang termodifikasi dan mengandung banyak sekali kapiler-kapiler darah untuk pertukaran antara oksigen dengan karbondioksida. Tingkat konsumsi oksigen ikan tambakan tergolong banyak atau besar namun ikan tambakan dapat hidup pada perairan oksigen rendah karena memiliki alat pernapasan tambahan.

Ikan mas tidak memiliki alat pernapasan tambahan, namun ikan mas masih dapat menyesuaikan dengan fluktuasi oksigen terlarut di perairan. Sama halnya dengan ikan koki, ikan koki tidak memiliki alat pernapasan tambahan, namun ikan koki mudah mati apabila kondisi oksigen terlarut tidak sesuai dengan tingkat konsumsi oksigen yang dibutuhkan.

Dari grafik pengamatan, dapat dilihat bahwa seharusnya grafik yang benar adalah menurun, karena menunjukkan adanya penurunan tingkat konsumsi oksigen dan masukan oksigen di perairan. Namun pada ikan nila, ikan mas, ikan tambakan dan ikan koki, tingkat konsumsi oksigen cenderung berfluktuatif. Hal tersebut diduga karena adanya masukan oksigen kedalam perairan saat akan diukur kadar oksigennya menggunakan DO meter. Dalam hal ini grafik yang benar adalah tingkat konsumsi oksigen ikan lele yang menunjukkan adanya penurunan tingkat konsumsi oksigen.

 

IV.    KESIMPULAN DAN SARAN

4.1            Kesimpulan

Praktikan dapat mengetahui prinsip-prinsip pengukuran konsumsi oksigen diukur dengan menggunakan respirometer tertutup, mengetahui kebutuhan (konsumsi) oksigen pada hewan uji dan juga dapat mengetahui ketahanan ikan diluar media air.

4.2            Saran

Harapannya pada praktikum selanjutnya praktikkan dapat mengerti dan memahami inti dari apa yang dipraktikumkan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Affandi, Ridwan dkk. 2002. Fisiologi Hewan Air. Riau : UNRI-PRESS.

Rahardjo, M.F. dkk. 2011. IKTIOLOGY. Bandung : Lubuk Agung.


Categories: Uncategorized | Leave a comment

Persahabatan

Persahabatan adalah suatu hubungan antar manusia dimana individu yang berada didalamnya saling memiliki kesamaan baik secara idiologis, pikiran, hobi, dan juga yang lain. Normalnya sahabat adalah tempat untuk berbagi dan juga mencari motivasi atau saran.
Namun sayangnya, menemukan sahabat yang benar-benar sesuai dengan pribadi kita itu sangatlah sulit. Terkadang sahabat datang tidak dengan kita duga, namun juga terkadang karena kita yang mencarinya.
Apapun prosesnya, jadilah seorang sahabat yang baik untuk sahabat anda, jadilah seorang sahabat yang mampu memotivasi orang lain, dan jadilah sahabat yang dirindukan dan dinantikan kehadirannya. Dan satu lagi, jadilah sahabat yang setia, karena seorang sahabat tidak akan menjelek-jelekan sahabatnya sendiri dibelakangnya. Semoga anda menemukan sahabat sejati anda. :)

Dirindukan : Zulfa Rosadha Fauziah, Desi Hermawati, Dea Larasati, Farah Pramesti, Kamala Desi P., Rista Amalia, Faradina Afni, Anisa Febriani, Amalia Zulfa, Ade Erawan, Istajib Sulton Hakim, dan yang tidak bisa disebut satu persatu-satu. :D
Dewan Ambalan Ahmad Yani-RA Kartini SMAN1 Bumiayu 2009-2010
SMA Negeri 1 Bumiayu, Brebes, Jawa TengahDA SMAN1 Bumiayu 2009-2010

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Postingan pertamaku, :)

Menulis itu, merupakan salah satu softskill yang diperlukan untuk menghadapi dunia ini. Dengan menulis, kita bisa dikenang melalui karya-karya kita dan juga tulisan kita. Tentunya, menulis pun membutuhkan keterampilan. Oleh sebab itu, marilah kita asah kemampuan menulis kita agar kita semakin mampu menyebarkan ilmu di dunia ini. :)

Categories: Uncategorized | Leave a comment